Suaka Margasatwa Muara Angke Memprihatinkan

TAMAN Suaka Margasatwa Muara Angke di Jakarta Utara, kondisinya sangat memprihatinkan. Ekowisata untuk pengamatan, penelitian dan pelastarian hutan bakau, kini dipenuhi berbagai macam sampah organik dan limbah industri dari Teluk Jakarta yang menyerang area yang dilindungi itu.

Upaya penanggulangan dengan pemasangan jaring di muara Kali Adem untuk menahan sampah tersebut tidak mampu menahan serbuan sampah warga Jakarta tersebut. Sehingga mengancam kelestarian ekosistem.

Walikota Jakarta Utara Effendi Anas saat mengunjungi kawasan tersebut, Kamis (18/9), memerintahkan untuk segera mencarikan solusi yang tepat sebab tidak mungkin untuk terus menerus melakukan pembersihan di kawasan tersebut.

"Pemasangan jaring-jaring sampah di areal Taman Suaka Margasatwa Muara Angke dirasakan sangat perlu untuk meminimalisir jumlah sampah yang masuk ke lokasi ini," jelas Effendi.

Namun ia mengingatkan untuk mengganti jaring yang selama ini digunakan karena ternyata tidak efektif. Selain itu, ia juga menilai perlunya upaya untuk mengubah kultur warga Jakarta agar tidak membuang sampah sembarangan.

Menurut Kasudin Pertanian dan Kehutanan Jakarta Utara, Ir. Dwi Putro Wibowo, Jumat (19/09), sampah-sampah tersebut masuk ke suaka itu melalui Kali Adem setelah terdorong arus dari laut saat terjadi rob (laut pasang).

"Saat air surut, sampah-sampah itu kemudian tertahan oleh akar-akar bakau dan tanaman lainnya sehingga menumpuk," ujarnya, seperti dikutip dari media indonesia.

Selain itu, pencemaran berat yang melanda Teluk Jakarta juga ikut mengancam ekosistem di kawasan tersebut. Sebab, katanya, pencemaran tersebut akan memengaruhi ekosistem tanah dan mematikan pohon-pohon di suaka tersebut. Sebagai bukti, ia menunjukkan banyak upaya penghijauan dan penanaman bakau yang selama ini dilakukan oleh sejumlah aktivis lingkungan tidak memberikan hasil.

Tumpukan sampah di kawasan hutan suaka tersebut sudah bisa terlihat dari pintu masuk di kawasan Pantai Indah Kapuk. Meski telah dilakukan pembersihan, sampah-sampah tersebut masih banyak terlihat . Kondisi itu semakin diperparah dengan air hitam pekat di rawa-rawa kawasan itu maupun di Kali Adem. (end)

Sumber: http://www.wisatanet.com