Maluku akan menjadikan Belanda sebagai pintu gerbang promosi wisata ke Eropa, kata Kelapa Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) setempat, Florence Sahusilawane.
"Tidak berlebihan sekiranya 60 ribu-an jiwa warga Maluku di Belanda dimanfaatkan sebagai 'corong' promosi wisata di Eropa," katanya di Jakarta, Minggu (24/5). Tim wisata Maluku akan menyemarakkan festival tong-tong di Belanda 21 Mei - 1 Juni mendatang.
"Kami akan memotivasi warga Maluku di Belanda untuk memiliki rasa cinta Tanah Air dengan mempromosikan wisata," kata Florence.
Tim promosi wisata Maluku dijadwalkan berangkat ke Belanda, malam ini (Minggu). "Misi kesenian dikoordinir sanggar Kabaresi dan akan menampilkan pertunjukan kawin lari sebagai adat istiadat perkawinan," ujarnya.
Maluku akan memamerkan juga pesona wisata bawah laut Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku tengah, dan Kepulauan Lucipara, Kabupaten Seram Bagian Barat.
Produk kerajinan tradisional khas Maluku seperti kain tenun, taplak meja, patung tumbur dan aneka kerang-kerangan juga akan dipamerkan.Begitu pun paket rempah-rempat terdiri dari cengkih, bunga pala dan kayu manis.
"Pengunjung yang masuk ke tempat pameran Maluku akan diberikan cenderamata dari kerang-kerangan berupa bros dan gantungan kunci," kata Florence. (Ant/OL-03)
Sumber: http://www.mediaindonesia.com
"Tidak berlebihan sekiranya 60 ribu-an jiwa warga Maluku di Belanda dimanfaatkan sebagai 'corong' promosi wisata di Eropa," katanya di Jakarta, Minggu (24/5). Tim wisata Maluku akan menyemarakkan festival tong-tong di Belanda 21 Mei - 1 Juni mendatang.
"Kami akan memotivasi warga Maluku di Belanda untuk memiliki rasa cinta Tanah Air dengan mempromosikan wisata," kata Florence.
Tim promosi wisata Maluku dijadwalkan berangkat ke Belanda, malam ini (Minggu). "Misi kesenian dikoordinir sanggar Kabaresi dan akan menampilkan pertunjukan kawin lari sebagai adat istiadat perkawinan," ujarnya.
Maluku akan memamerkan juga pesona wisata bawah laut Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku tengah, dan Kepulauan Lucipara, Kabupaten Seram Bagian Barat.
Produk kerajinan tradisional khas Maluku seperti kain tenun, taplak meja, patung tumbur dan aneka kerang-kerangan juga akan dipamerkan.Begitu pun paket rempah-rempat terdiri dari cengkih, bunga pala dan kayu manis.
"Pengunjung yang masuk ke tempat pameran Maluku akan diberikan cenderamata dari kerang-kerangan berupa bros dan gantungan kunci," kata Florence. (Ant/OL-03)
Sumber: http://www.mediaindonesia.com





