Keberadaan objek wisata Bukit Batu Kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) kurang pembenahan, padahal tersebut sangat menentukan perkembangan sektor wisata di wilayah ini.
Demikian Ketua Tim Reses Daerah Pemilihan (Dapil) I, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalteng, Margo Tumon dalam laporanya diterima pers di gedung DPRD Kalteng, Palangka Raya, Selasa (2/6).
Ketika meninjau lokasi tersebut belum lama ini, wakil rakyat tersebut menyaksikan kondisi objek wisata itu terkesan telantar dengan minimnya perhatian dari instansi terkait.
Memperhatikan objek wisata itu berada di bawah Pembinaaan Pemerintah Provinsi Kalteng, seharusnya memperoleh pembenahan lebih serius, sebab bidang ini mempunyai potensi besar guna penambahan pendapatan asli daerah (PAD).
Melihat kondisi yang memprihatinkan itu, dewan menganjurkan agar pengelolaan objek wisata Bukit Batu diserahkan langsung kepada Pemerintah Kota Palangka Raya untuk mengelolanya.
Menurut anggota DPRD ini, objek wisata kini sangat penting yang harus selalu dibenahi, lantaran keberadaannya bisa meningkatkan kunjungan wisatawan yang berbelanja, menginap, dan menggunakan transportasi yang semuanya itu mendatangkan uang bagi wilayah ini.
Bila banyak uang beredar, maka akan memberikan imbas bagi kehidupan masyarakat sekitarnya, pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di Kecamatan Bukit Batu Palangkaraya ini terdapat taman wisata alam Bukit Tangkiling Kelurahan Banturung, yang termasuk objek wisata andalan
Lokasi ini memiliki susana alam yang segar dan asri dengan varian vegetasi yang beragam, juga terdapat bebatuan berbentuk unik ditambah terdapat sebuah lagenda berkaitan sebuah batu yang ada di lokasi itu.
Apalagi letak objek tersebut tidak terlalu jauh dari pusat Kota Palangka Raya, ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), hanya kerjarak 34 km ke arah barat laut.
Apabila melintasi kawasan bukit batu di sebelah kiri Jalan Raya Palangka Raya - Kasongan, pemandangan bukit batu terlihat sangat eksotik dibalik permukiman penduduk dan rerimbunan pohon.
Batu-batu besar berwarna hitam menyerupai bentuk aneka binatang itu bertumpuk menjulang ke langit. Uniknya, di antara gerombolan batu tersebut terselip pohon-pohon dan rerumputan, menjadi mozaik hijau yang artistik.
Bukit inilah yang terkenal di kalangan masyarakat Palangka Raya dan sekitarnya, bernama Bukit Tangkiling yang selanjutnya ditetapkan sebagai kawasan konservasi cagar alam (CA) dan taman wisata alam (TWA) Bukit Tangkiling.
Di dua lokasi itu terdapat sembilan bukit batu serupa yang tersebar mengelompok di dalam areal yang kompak. Sebanyak 5 bukit batu di Kawasan TWA yaitu Bukit Tangkiling, Bukit Batu/Tunggal, Bukit Liau, Bukit Buhis, dan Bukit Baranahu.
Sementara empat bukit lainnya, kata dia, adalah Bukit Tisin, Bukit Tabala, Bukit Klawit, dan Bukit Bulan. (Ant/OL-03)
Sumber: http://www.mediaindonesia.com
Demikian Ketua Tim Reses Daerah Pemilihan (Dapil) I, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalteng, Margo Tumon dalam laporanya diterima pers di gedung DPRD Kalteng, Palangka Raya, Selasa (2/6).
Ketika meninjau lokasi tersebut belum lama ini, wakil rakyat tersebut menyaksikan kondisi objek wisata itu terkesan telantar dengan minimnya perhatian dari instansi terkait.
Memperhatikan objek wisata itu berada di bawah Pembinaaan Pemerintah Provinsi Kalteng, seharusnya memperoleh pembenahan lebih serius, sebab bidang ini mempunyai potensi besar guna penambahan pendapatan asli daerah (PAD).
Melihat kondisi yang memprihatinkan itu, dewan menganjurkan agar pengelolaan objek wisata Bukit Batu diserahkan langsung kepada Pemerintah Kota Palangka Raya untuk mengelolanya.
Menurut anggota DPRD ini, objek wisata kini sangat penting yang harus selalu dibenahi, lantaran keberadaannya bisa meningkatkan kunjungan wisatawan yang berbelanja, menginap, dan menggunakan transportasi yang semuanya itu mendatangkan uang bagi wilayah ini.
Bila banyak uang beredar, maka akan memberikan imbas bagi kehidupan masyarakat sekitarnya, pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di Kecamatan Bukit Batu Palangkaraya ini terdapat taman wisata alam Bukit Tangkiling Kelurahan Banturung, yang termasuk objek wisata andalan
Lokasi ini memiliki susana alam yang segar dan asri dengan varian vegetasi yang beragam, juga terdapat bebatuan berbentuk unik ditambah terdapat sebuah lagenda berkaitan sebuah batu yang ada di lokasi itu.
Apalagi letak objek tersebut tidak terlalu jauh dari pusat Kota Palangka Raya, ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), hanya kerjarak 34 km ke arah barat laut.
Apabila melintasi kawasan bukit batu di sebelah kiri Jalan Raya Palangka Raya - Kasongan, pemandangan bukit batu terlihat sangat eksotik dibalik permukiman penduduk dan rerimbunan pohon.
Batu-batu besar berwarna hitam menyerupai bentuk aneka binatang itu bertumpuk menjulang ke langit. Uniknya, di antara gerombolan batu tersebut terselip pohon-pohon dan rerumputan, menjadi mozaik hijau yang artistik.
Bukit inilah yang terkenal di kalangan masyarakat Palangka Raya dan sekitarnya, bernama Bukit Tangkiling yang selanjutnya ditetapkan sebagai kawasan konservasi cagar alam (CA) dan taman wisata alam (TWA) Bukit Tangkiling.
Di dua lokasi itu terdapat sembilan bukit batu serupa yang tersebar mengelompok di dalam areal yang kompak. Sebanyak 5 bukit batu di Kawasan TWA yaitu Bukit Tangkiling, Bukit Batu/Tunggal, Bukit Liau, Bukit Buhis, dan Bukit Baranahu.
Sementara empat bukit lainnya, kata dia, adalah Bukit Tisin, Bukit Tabala, Bukit Klawit, dan Bukit Bulan. (Ant/OL-03)
Sumber: http://www.mediaindonesia.com





