Sehubungan dengan karakteristik wilayah saat ini yang relatif dominan bercirikan pedesaan (rural) yang secara berangsur-angsur akan bergeser menjadi perkotaan (urban), maka perlu diantisipasi saling keterkaitannya dengan pengembangan tata ruang. Sejalan dengan hal tersebut diatas, maka kenyataan masyarakat Kota Banjar berakar budaya sunda, yang sangat dicirikan oleh sifat dan sikap ”Paguyuban”, maka tidak perlu secara drastis berkembang sifat dan sikap ”pamrih”. Hal ini menjadi penting, karena banyak sekali pengembangan fisik yang memerlukan partisipasi masyarakat. Perubahan yang timbul setelah Banjar menjadi Kota berkenaan dengan perkembangan keadaan sosial, olahraga dan kebudayaan Kota Banjar adalah sebagai berikut : • Sekolah Pendidikan merupakan salah satu bidang yang cukup penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, juga dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saat ini Kota di Banjar terdapat sekolah sebanyak yaitu : Tabel 1 Jumlah Lembaga Pendidikan di Kota Banjar dari Tahun 2002 s.d. 2007
Sumber : Kota Banjar Dalam Angka, Tahun 2007
Selain itu sekolah-sekolah yang pengelolaannya dibawah Departemen Agama juga tersebar di Kota Banjar, sampai tahun 2007 yaitu : Madrasah Diniyah 239 buah, Madrasah Ibtidaiyah 22 buah, Madrasah Tsanawiyah 9 buah dan Madrasah Aliyah 7 buah. Tabel 2 Jumlah Lembaga Pendidikan SLTP/SMU/SMK/Perguruan Tinggi dan Jumlah Siswa/Murid Di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Banjar
• Kesehatan Prioritas bidang kesehatan ditujukan untuk mencapai Angka Harapan Hidup (AHH) tahun 2006 sebesar 66,70 tahun melalui peningkatan derajat kesehatan masyarakat, Penurunan Angka Kematian Bayi (AKB), penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), peningkatan bagi keluarga miskin, peningkatan gizi masyarakat, perbaikan lingkungan permukiman serta peningkatan pelayanan KB. Peningkatan jumlah tenaga dan sarana kesehatan merupakan kebijakan dalam rangka lebih meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Tahun 2007 jumlah tenaga kesehatan dokter sebanyak 21 orang, perawat 246 orang dan tenaga bidan sebanyak 81 orang tersebar di seluruh kecamatan. Sedangkan jumlah puskesmas mencapai 7 unit, puskesmas pembantu 10 unit dan posyandu sebanyak 165 unit. Pada tahun 2007 dibangun pula Unit Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) dengan kader yang terlibat sebanyak 1.119 orang. Dari segi kegiatan KB tercatat sebanyak 23.545 akseptor aktif atau sebesar 74,47 persen dari 31.615 PUS. Dan jumlah akseptor aktif tersebut terbanyak menggunakan jenis alat kontrasepsi suntik yaitu sebanyak 53,33 persen. Tabel 3 Jumlah Tenaga dan Sarana Kesehatan di Kota Banjar
Sumber : Kota Banjar Dalam Angka, Tahun 2007
Tabel 4 Tempat/Sarana Layanan Kesehatan Kota Banjar
Sumber : Kota Banjar Dalam Angka
• Agama Kehidupan beragama di Kota Banjar diantaranya dapat dilihat dengan berdirinya tempat-tempat ibadah yang tersebar di seluruh kecamatan. Masing-masing 298 buah mesjid, 381 buah langgar, 6 buah gereja dan 1 kelenteng sebagai tempat peribadatan. Selain itu untuk lebih menunjang sasaran Kota Banjar sebagai kota agamis ditunjang pula oleh 1.282 orang ulama, 1.374 orang mubaligh dan 39 orang penyuluh agama. Tabel 5 Banyaknya Mesjid,Langgar, Mushola, Gereja dan Klenteng di Kota Banjar
Sumber : Kantor Departemen Agama Kota Banjar, Tahun 2007
Tabel 6 Jumlah Pemeluk Agama di Kota Banjar
Sumber : Kantor Departemen Agama Kota Banjar, Tahun 2007 Sumber : | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||