Kondisi Sosial Budaya

Sehubungan dengan karakteristik wilayah saat ini yang relatif dominan bercirikan pedesaan (rural) yang secara berangsur-angsur akan bergeser menjadi perkotaan (urban), maka perlu diantisipasi saling keterkaitannya dengan pengembangan tata ruang.

Sejalan dengan hal tersebut diatas, maka kenyataan masyarakat Kota Banjar berakar budaya sunda, yang sangat dicirikan oleh sifat dan sikap ”Paguyuban”, maka tidak perlu secara drastis berkembang sifat dan sikap ”pamrih”. Hal ini menjadi penting, karena banyak sekali pengembangan fisik yang memerlukan partisipasi masyarakat.

Perubahan yang timbul setelah Banjar menjadi Kota berkenaan dengan perkembangan keadaan sosial, olahraga dan kebudayaan Kota Banjar adalah sebagai berikut :

Sekolah

Pendidikan merupakan salah satu bidang yang cukup penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, juga dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saat ini Kota di Banjar terdapat sekolah sebanyak yaitu :

Tabel 1

Jumlah Lembaga Pendidikan di Kota Banjar dari Tahun 2002 s.d. 2007

NO
TINGKAT SEKOLAH
TAHUN
2002
2003
2004
2005
2006
2007
1
TK
-
23
25
26
26
26
2
SD
-
91
97
87
87
88
3
SMP
-
12
12
13
13
15
4
SMA
-
5
3
5
5
5
5
SMK
-
5
6
6
6
7
6
Sekolah Tinggi
-
4
4
4
4
4
Jumlah
-
140
147
141
141
145

Sumber : Kota Banjar Dalam Angka, Tahun 2007

Selain itu sekolah-sekolah yang pengelolaannya dibawah Departemen Agama juga tersebar di Kota Banjar, sampai tahun 2007 yaitu : Madrasah Diniyah 239 buah, Madrasah Ibtidaiyah 22 buah, Madrasah Tsanawiyah 9 buah dan Madrasah Aliyah 7 buah.

Tabel 2

Jumlah Lembaga Pendidikan SLTP/SMU/SMK/Perguruan Tinggi dan Jumlah Siswa/Murid Di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Banjar

JUMLAH
SLTP
SMU
SMK
PEG. TINGGI
Negeri
Swasta
Total
Negeri
Swasta
Total
Negeri
Swasta
Total
Negeri
Swasta
Total

Sekolah

8

7

15

3

2

5

2

5

7

-

4

4

Murid

7.574

3.035

4.298

1.974

Kesehatan

Prioritas bidang kesehatan ditujukan untuk mencapai Angka Harapan Hidup (AHH) tahun 2006 sebesar 66,70 tahun melalui peningkatan derajat kesehatan masyarakat, Penurunan Angka Kematian Bayi (AKB), penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), peningkatan bagi keluarga miskin, peningkatan gizi masyarakat, perbaikan lingkungan permukiman serta peningkatan pelayanan KB.

Peningkatan jumlah tenaga dan sarana kesehatan merupakan kebijakan dalam rangka lebih meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Tahun 2007 jumlah tenaga kesehatan dokter sebanyak 21 orang, perawat 246 orang dan tenaga bidan sebanyak 81 orang tersebar di seluruh kecamatan. Sedangkan jumlah puskesmas mencapai 7 unit, puskesmas pembantu 10 unit dan posyandu sebanyak 165 unit.

Pada tahun 2007 dibangun pula Unit Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) dengan kader yang terlibat sebanyak 1.119 orang. Dari segi kegiatan KB tercatat sebanyak 23.545 akseptor aktif atau sebesar 74,47 persen dari 31.615 PUS. Dan jumlah akseptor aktif tersebut terbanyak menggunakan jenis alat kontrasepsi suntik yaitu sebanyak 53,33 persen.

Tabel 3

Jumlah Tenaga dan Sarana Kesehatan di Kota Banjar

NO
KECAMATAN
NAKES
SARKES
DOKTER
PERAWAT
BIDAN
PUSKESMAS
PUSKESMAS PEMBANTU
POSYANDU

1

BANJAR

15

201

48

2

3

53

2

PATARUMAN

2

15

15

2

4

46

3

PURWAHARJA

1

8

7

1

2

22

4

LANGENSARI

3

22

11

2

1

44

JUMLAH

21

246

81

7

10

165

TAHUN 2006

46

214

58

7

4

157

TAHUN 2005

44

209

55

7

0

154

TAHUN 2004

41

201

60

10

0

154

TAHUN 2003

30

-

46

10

0

143

Sumber : Kota Banjar Dalam Angka, Tahun 2007

Tabel 4

Tempat/Sarana Layanan Kesehatan Kota Banjar

No
SARANA KESEHATAN
JUMLAH

1

Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS)

7

2

Pusat Kesehatan Masyarakat Pembantu (PUSTU)

10

3

Rumah Sakit Umum Pemerintah

1

4

Rumah Sakit Bersalin (Swasta)

1

5

Poliklinik Desa (POLINDES)

5

6

Unit Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM)/ POSYANDU

165

7

Pos Bimbingan Terpadu

12

8

Balai Pengobatan (Tanpa Tempat Tidur)

6

9

Pos Kesehatan Pesantren

2

Sumber : Kota Banjar Dalam Angka

Agama

Kehidupan beragama di Kota Banjar diantaranya dapat dilihat dengan berdirinya tempat-tempat ibadah yang tersebar di seluruh kecamatan. Masing-masing 298 buah mesjid, 381 buah langgar, 6 buah gereja dan 1 kelenteng sebagai tempat peribadatan. Selain itu untuk lebih menunjang sasaran Kota Banjar sebagai kota agamis ditunjang pula oleh 1.282 orang ulama, 1.374 orang mubaligh dan 39 orang penyuluh agama.

Tabel 5

Banyaknya Mesjid,Langgar, Mushola, Gereja dan Klenteng di Kota Banjar

No
Kecamatan
Mesjid
Langgar
Mushola
Gereja
Klenteng

1

BANJAR

95

30

-

1

-

2

PATARUMAN

104

117

-

-

1

3

PURWAHARJA

36

34

-

2

-

4

LANGENSARI

63

200

3

3

-

JUMLAH

298

381

3

6

1

TAHUN 2006

298

381

0

12

1

TAHUN 2005

284

395

0

9

1

TAHUN 2004

258

310

0

9

1

TAHUN 2003

263

556

57

12

1

Sumber : Kantor Departemen Agama Kota Banjar, Tahun 2007

Tabel 6

Jumlah Pemeluk Agama di Kota Banjar

No
KECAMATAN
Islam
Kristen
Khatolik
Hindu
Budha
Kongkhucu
Aliran Kepercayaan

1

BANJAR

50.611

158

81

5

28

2

7

2

PATARUMAN

52.182

513

30

9

47

10

-

3

PURWAHARJA

20.468

57

103

12

3

10

3

4

LANGENSARI

50.871

285

24

-

-

-

28

JUMLAH

174.132

1.013

238

26

78

22

38

TAHUN 2006

157.893

835

303

187

24

15

15

TAHUN 2005

157.815

835

303

187

24

0

0

TAHUN 2004

152.129

639

598

22

2

0

0

Sumber : Kantor Departemen Agama Kota Banjar, Tahun 2007


Sumber :

http://www.banjar-jabar.go.id