Blora Selatan merupakan Savana di Zaman Purba
Menyusul penemuan fosil gajah purba, Tim Vertebrata Museum Geologi Bandung, Pusat Survei Geologi, Badan Geologi Depatemen Energi dan Sumber Daya Mineral kembali menemukan fosil daun purba.
Daun itu ditemukan di Dusun Sunggun, Desa Medalem, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, jawa tengah. ” berdasarkan temuan-temuan itu, tampaknya kawasan Blora Selatan merupakan savana di Zaman Pleistosen yang dilewati Bengawan Solo purba,” kata Ketua Tim Vertebrata Meseum Geologi Bandung Iwan Kurniawan, Sabtu (4/4) di Blora.
Fosil daun ditemukan di sekitar fosil gajah purba dan tercetak di batu lanau terbentuk dari proses sedimentasi butiran lempung dan pasir. Dari ukuran daun yang relatif kecil, temuan gajah dan kerbau purba serta kontur sedimentasi di lokasi itu, tim perkirakan, fosil itu dari zamanPleistosen, 1.808.000 – 11.500 tahun lalu.
Kepala Seksi dokumentasi Museum Geologi Bandung SR Sinung Baskoro mengatakan, kawasan Blora Selatan banyak mengandung endapan teras Bengawan Solo purba yang menyimpan aneka fosil.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Blora Suntoyo mengatakan, Pemkab Blora menitipkan itu di Museum Geologi Bandung.
Seorang warga Kudus, Jawa tengah, Sutodirono alias rasimin (60), Minggu (5/4), menyerahkan temuan berupa 6 benda arkeologi,di duga dari abad ke -15, kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus.
Temuan itu berupa 3 buah mangkok berdiameter 13,14 dan 15 sentimeter, ketinggian masing-masing 5 sentimeter. Dua benda lain menyerupai lepek dan sebuah miniatur rumah adat Minangkabau.
Kepala seksi Sejarah Museum Kepurbakalaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus Sancaka Dwi Supani mengatakan, ”Untuk menentukan umun, jenis benda, bahan baku pembuatan benda, dan sebagainnya, kami akan mengundang ahli dari Museum Ronggowarsito Jawa Tengah di Semarang,” katanya. Rasimin mengaku benda itu ditemukannya di bekas pertapaanSunan Kalijogo beberapa tahun lalu.
Kompas senin, 6 April 2009
Sumber :
http://www.banjar-jabar.go.id
Menyusul penemuan fosil gajah purba, Tim Vertebrata Museum Geologi Bandung, Pusat Survei Geologi, Badan Geologi Depatemen Energi dan Sumber Daya Mineral kembali menemukan fosil daun purba.
Daun itu ditemukan di Dusun Sunggun, Desa Medalem, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, jawa tengah. ” berdasarkan temuan-temuan itu, tampaknya kawasan Blora Selatan merupakan savana di Zaman Pleistosen yang dilewati Bengawan Solo purba,” kata Ketua Tim Vertebrata Meseum Geologi Bandung Iwan Kurniawan, Sabtu (4/4) di Blora.
Fosil daun ditemukan di sekitar fosil gajah purba dan tercetak di batu lanau terbentuk dari proses sedimentasi butiran lempung dan pasir. Dari ukuran daun yang relatif kecil, temuan gajah dan kerbau purba serta kontur sedimentasi di lokasi itu, tim perkirakan, fosil itu dari zamanPleistosen, 1.808.000 – 11.500 tahun lalu.
Kepala Seksi dokumentasi Museum Geologi Bandung SR Sinung Baskoro mengatakan, kawasan Blora Selatan banyak mengandung endapan teras Bengawan Solo purba yang menyimpan aneka fosil.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Blora Suntoyo mengatakan, Pemkab Blora menitipkan itu di Museum Geologi Bandung.
Seorang warga Kudus, Jawa tengah, Sutodirono alias rasimin (60), Minggu (5/4), menyerahkan temuan berupa 6 benda arkeologi,di duga dari abad ke -15, kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus.
Temuan itu berupa 3 buah mangkok berdiameter 13,14 dan 15 sentimeter, ketinggian masing-masing 5 sentimeter. Dua benda lain menyerupai lepek dan sebuah miniatur rumah adat Minangkabau.
Kepala seksi Sejarah Museum Kepurbakalaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus Sancaka Dwi Supani mengatakan, ”Untuk menentukan umun, jenis benda, bahan baku pembuatan benda, dan sebagainnya, kami akan mengundang ahli dari Museum Ronggowarsito Jawa Tengah di Semarang,” katanya. Rasimin mengaku benda itu ditemukannya di bekas pertapaanSunan Kalijogo beberapa tahun lalu.
Kompas senin, 6 April 2009
Sumber :
http://www.banjar-jabar.go.id