Monumen Perjuangan Puputan Klungkung


Monumen ini dibangun untuk mengenang dan menghargai jasa para pahlawan ksatria yang gugur dalam mempertahankan martabat bangsa dari cengkraman kolonialisome Belanda. Monumen Puputan Klungkung merupakan tugu peringatan dari peristiwa bersejarah yakni Puputan Klungkung yang terjadi pada hari Selasa, 28 April 1908. Pada areal monumen tersebut dulu terjadi perang puputan atau perang habis-habisan sebagai bentuk perlawanan gigih melawan penjajah Belanda.

Monumen Klungkung berbentuk Lingga-Yoni, didirikan diatas areal seluas 123 meter persegi, dilengkapi dengan empat buah Balai Bengong pada sudut-sudut halamannya. Pada bagian bawah lingga terdapat ruangan yang besar serupa gedung persegi empat yang berpintu masuk berupa gapura sebanyak empat di empat penjuru mata angin.

Ketinggian monumen tersebut dari dasar sampai ke puncak lingga adalah 28 meter. Sedangkan antara gedung/ruang bawah dengan lingga terdapat semacam bangunan kubah bersegi delapan dialasi kembang-kembang teratai sebanyak 19 buah.

Ini keseluruhannya menyerminkan tanggal 28 April 1908. Di dalam ruangan monumen terdapat diorama yang menggambarkan perjuangan raja dan rakyat Klungkung tersebut.

Sumber : http://my.opera.com