Berkaitan dengan masalah lingkungan, "Saung Angklung Udjo" bekerjasama dengan Pusat Bina Penyuluhan Departemen Kehutanan RI telah menyelenggarakan penanaman masal bibit pohon bambu di kawasan hutan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Bart, Kamis.
Penanaman yang melibatkan masyarakat sekitar, masyarakat seni, dan masyarakat pendidikan di Bandung ini, merupakan rangkaian kegiatan Kampanye Indonesia Menanam, yang dilanjutkan dengan peresmian Sentra Penyuluhan Hutan, di "Saung Angklung Udjo, Jalan Padasuka 118 Bandung.
Direktur Operasional Saung Angklung Udjo, Satria Yanuar Akbar, mengatakan, penanaman masal 6.000 bibit pohon bambu dilakukan dalam upaya menumbuhkembangkan cita-cita dan semangat bersama untuk membangun kesadaran pelestarian lingkungan.
Berbeda pula dengan kegiatan lainnya, masalah lingkungan kali ini disikapi dengan pendekatana seni dan budaya tradisi Indonesia, khususnya dengan menggunakan angklung sebagai alat komunikasi.
"Semoga saja kiprah kita untuk lingkungan akan menginspirasi semangat perubahan demi perubahan, dan dengan pendekatan seni budaya dan tradisi, dapat menanamkan semangat ’kecil menanam desawa memanen’," kata Satria.
Menteri Kehutanan, M.S. Kaban yang hadir dalam kesempaten itu, mengatakan, angklung kini bisa dikatakan musik dunia, karena di salah satu negara maju di Asia, Jepang, alat musik ini sudah banyak dikenal masyaraktnya.
"Bahkan, di sana sudah banyak kelompok-kelompok misik angklung berdiri, mereka kagum karena bambu bisa menghasilkan suara yang indah setelah diolah sedemikian rupa," kata Menteri.
Ia menambahkan bambu merupakan salah satu jenis tanaman khas Indonesia, yang hampir seratus persen -- mulai dari akar hingga daun -- dapat dimanfaatkan bagi kehidupan manusia, mulai dari seni, hingga penunjang bangunan rumah.
"Dan bambu juga merupakan salah satu tanaman yang paling banyak menyimpan air, sehingga di mana ada pohon bambu di sana pasti ada sumber air," katanya. (Ant)
Sumber: http://oase.kompas.com





