Makam Sultan Ahmadsyah belum Dipugar

Pantonlabu - Kompleks makam Sultan Ahmadsyah di Desa Meunasah Paya Naden, Kecamatan Madat, Aceh Timur, kondisinya sangat memprihatinkan. Hampir tiga puluh tahun kompleks makan ini tidak dirawat, sehingga bangunannya dipenuhi semak belukar. Pemilik makam, menurut warga setempat, adalah salah satu pembawa ajaran agama Islam ke semenanjung Malaka dan Aceh. Bahkan, makam sudah ada sejak zaman Belanda dulu sebagai salah satu makam keramat.

Amatan Serambi, selain kompleks makan yang tidak terawat, jalan menuju lokasi makan juga sulit dilalui. Sejumlah fasilitas pelengkap bangunan, seperti pagar dan papan nama sudah berkarat. Juru kunci makam, Budiman Ismail kepada Serambi, Senin (1/6) mengatakan, terakhir kali makam tersebut direhab sekitar tahun 1980-an. Akibat tidak terawat, warga pun sudah jarang berziarah ke makam itu. “Awal Januari 2009, saya sudah mengajukan permohonan dana ke Balai Pelesatarian Peninggalan Bersejarah Provinsi. Katanya akan dicairkan dalam waktu dekat. Tapi, sampai sekarang tidak ada,” kata Budiman yang juga Keuchik Paya Maden.(c37)

Sumber: http://www.serambinews.com