Potensi Alam Di Kabupaten Serdang Bedagai Sumatera Utara

Potensi Yang Dapat Dikembangkan Di Kabupaten Serdang Bedagai
Air minum dan kelistrikan
Kabupaten Serdang Bedagai memiliki banyak sungai seperti sungai Bahilang di Kecamatan Tebing Tinggi, sungai Padang di Kecamatan Bandar Khalifah, sungai Ular di Kecamatan Perbaungan, sungaiBuaya di Kecamatan Kotarih dan sungai Batu Nongol di Kecamatan Sipispis. Aliran sungai selain dapat dipergunakan untuk irigasi dan sumber energi dapat juga dikelola untuk air mineral dan air minum untuk kebutuhan masyarakat banyak. Kebutuhan listrik untuk rumah tangga dan industri dewasa ini meningkat tajam sedangkan kapasitas tersedia terbatas sehingga masih memungkinkan pembangunan sarana kelistrikan khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara di Kec. Teluk Mengkudu.

Perikanan dan kelautan
Kabupaten Serdang Bedagai memiliki potensi perikanan dan kelautan, baik perikanan tangkap, perikanan budidaya, perairan umum dan pengembangan wilayah pesisir degan garis pantai 95 km yang meliputi 5 kecamatan, yakni kecamatan Pantai Cermin, Perbaungan, Teluk Mengkudu, Tanjung Beringin dan Bandar Khalifah. Sekarang ini pemerintah telah membangun sarana dan prasarana perikanan budidaya (Balai Benih Ikan), khususnya budidaya ikan air tawar. Potensi perikanan budidaya air tawar cukup besar terdiri dari kolam air tenang seluas 6.908 Ha, kerambah 525 unit, kolam air deras dan budidaya ikan disawah seluas 12.350 Ha, pembenihan seluas 75 Ha, kolam pekarangan dan pemancingan seluas 744 Ha. Sedangkan potensi perairan umum terdiri dari waduk 45 Ha, sungai 795 Ha, rawa dan saluran irigasi 215 Ha. Potensi perikanan laut masih menjanjikan mengingat jumlah produksi masih lebih kecil dari Maximum Sustainable Yield (MSY) dan masih dapat dikembangkan potensi perikanan air payau, air tawar dan lain-lain

Perkebunan Rakyat
Data luas, produktivitas dan produksi tanaman perkebunan rakyat Kabupaten Serdang Bedagai, sebagai berikut:

Tanaman karet
Tanaman sawit
Tanaman kakao
Tanaman kelapa

Pertanian dan peternakan
Peluang pengembangan pertanian dan peternakan

*Pemanfaatan potensi sumber daya yang tersedia (manusia, lahan, teknologi dan kelembagaan yang sudah ada) melalui usaha perluasan pertanaman komoditi unggulan (durian, pisang barangan, mangga, cabe, ternak sapi dan kambing) serta peningkatan produktivitas melalui peningkatan PTT, SIPT, benih bermutu, pengendalian OPT, inseminasi buatan dan transfer embrio.

*Produktivitas yang rata-rata masih rendah membuka peluang untuk peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.

*Peningkatan komoditi pertanian dan peternakan dalam negeri, yang disebabkan perubahan pola konsumsi masyarakat yang mulai mementingkan gizi (perubahan pola hidup) serta peningkatan jumlah penduduk dan pendapatan yang terus meningkat.

*Peluang pasar dalam dan luar negeri yang semakin meningkat perkembangan agro industri yang mengelola hasil pertanian dan peternakan yang akan mendukung perluasan pemasaran, peningkatan nilai tambah dan memberikan peluang kesempatan berusaha yang lebih baik.

Potensi Pertambangan DAn Penggalian
Potensi unggulan sektor pertambangan dan penggalian terdiri dari pasir sungai dan pasir laut/pantai, potensi pasir sungai mencapai 1.000.000 m3 yang tersebar di Kecamatan Bandar Khalifah, Sipispis, Kotarih dan Tebing Tinggi. Sedangkan poternsi sumberdaya pasir laut/pantai mencapai 1.000.000 m3, tersebar di Kecamatan Tanjung Beringin, Bandar Khalifah, Teluk Mengkudu dan Perbaungan

Potensi Industri Dan Perdagangan
Terdapat dua faktor utama yang mendukung perkembangan industri di Kabupaten Serdang Bedagai, yaitu tenaga kerja yang murah dan bahan baku yang melimpah. Setiap tahun di Serdang Bedagai terjadi peningkatan angkatan kerja cukup tinggi sehingga menjamin ketersediaan tenaga kerja untuk sektor industri. Sementara untuk ketersediaan bahan baku, salah satu hasil pertanian yang diandalakan adalah ribuan hektar tanaman ubi kayu sebagai bahan baku industri pangan. Selain industri pangan ketersediaan bahan baku juga memungkinkan bagi berkembangnya industri perikanan dan kerajinan. Sedangkan disektor perdagangan, Kabupaten Serdang Bedagai merupakan pasar yang potensial. Ini ditandai dengan peningkatakan daya beli masyarakat serta tingginya pertumbuhan penduduk.

Potensi Perkebunan
Usaha perkebunan di Serdang Bedagai dikelola oleh negara, swasta dan masyarakat. Perusahaan Negara PTPN II, III dan IV mengelola perkebunan Kelapa Sawit, Karet dan Kakao. Dari total luas perkebunan sekitar 52.745 Ha, Perkebunan Negara menguasai hampir 35%, yang didominasi oleh perkebunan Kelapa Sawit, Karet dan Kakao. Produksi Kelapa Sawit yang melimpah mendukung tumbuhnya beberapa industri pengelola CPO.

Potensi Perikanan Dan Kelautan
Kabupaten Sergai merupakan kabupaten pemekaran baru dari kabupaten induk, kabupaten Deli Serdang dengan luas 1999,2 km2. kabupaten Sergai berbatasan langsung dengan Selat Malaka di utara, kabupaten Simalungun di selatan, Deli Serdang di sebelah barat dan kabupaten Asahan dan Simalungun di sebelah timur. Penduduk kabupaten Serdang Bedagai sekitar 583.000 jiwa. Kepadatan penduduk sekitar 308 km persegi. Beberapa bagian daerah ini terdiri dari hutan, sungai dan rawa-rawa, sergai terletak antara 0-500 m di atas permukaan laut. Ada beberapa daerah aliran sungai. Beberapa dari sungai ini dapat dijadikan tempat kegiatan penangkapan dan budidaya ikan. Teknik yang digunakan untuk budidaya adalah dengan system keramba. Di samping sungai yang berpotensi untuk pengembangan perikanan, kabupaten Sergai juga berhadapan langsung dengan selat Malaka yang merupakan akses untuk penangkapan ikan di daerah ZEE dan laut lepas. Dengan panjang garis pantai sekitar 95 km, merupakan potensi lain pengembangan perikanan di daerah pesisir.

Pengembangan Perikanan
* Pengembangan perikanan air tawar terdiri dari intensifikasi dan ekstensifikasi kolam air tenang, kolam air deras, jarring apung, keramba di sungai, dan intensifikasi mina padi.

* Pengembangan perikanan tangkap dan budidaya di pantai termasuk di dalamnya intensifikasi perikanan tangkap dan pengembangan budidaya air payau.

Prospek pengembangan perikanan
Perikanan tangkap
Panjang garis pantai sepanjang 95 km mencakup lima kecamatan yaitu: Pantai Cermin, Perbaungan, Teluk Mengkudu, Tanjung Beringin dan Bandar Khalifah. Beberapa daerah pantai ini seharusnya dipertimbangkan sebagai objek wisata karena mempunyai pemandangan yang cukup indah. Keterbelakangan beberapa desa pantai umumnya disebabkan oleh kurangnya investasi, sumberdaya manusia yang rendah, manajemen usaha dan beberapa aspek teknis lainnya. Pada tahun 2006 produksi baru mencapai 21.808,2 ton dengan jumlah nelayan sebanyak 12.10 orang. Hal ini menunjukkan masih cukup besar potensi untuk pengembangan produksi karena angka ini jauh di bawah angka potensi lestari perikanan selat malaka sebesar 239.200 ton/tahun. Kondisi ini membuka peluang pengembangan usaha perikanan tangkapan melalui pengadaan sarana dan prasarana penangkapan.

Budi daya air payau
Pengembangan budidaya air payau terdiri beberapa komoditi seperti udang, ikan nila, dan kerapu. Ada sekitar 4.500 ha potensi budidaya air payau tersebar di beberapa kecamatan, yang dimanfaatkan sampai saat ini sekitar 892 ha. Produksi dari budidaya air payau hanya mencapai 1.132 ton, produktifitas budidaya udang masih rendah sebagai akibat dari permasalahan penyakit udang. Ini seharusnya menjadi perhatian untuk meningkatkan kemampuan dan permodalan dari masyarakat local dan diharapkan kepada para investor untuk menanamkan investasinya dalam rangka pemanfaatan potensi.

* Kecamatan Pantai Cermin. Potensi lahan budidaya mencapai 600 Ha, dengan jenis paling banyak dibudidayakan adalah udang windu dengan produksi 29,6 ton, udang putih (24,2 ton), udang vanamei (4,6 ton) dan kepiting (4,3 ton). Untuk pembesaran dan pengerasan kepiting, peluang investasi masih terbuka lebar. Investasi tersebut dapat dilakukan di Desa Kuala Lama, Kotapari, Lubuk Saban dan Naga Kisar. Di keempat desa tersebut juga berpeluang bagi pengembangan budidaya udang vanameri. Untuk mendukung usaha budidaya ikan, di Pantai Cermin telah terdapat fasilitas pendukung berupa hatchery.

* Kecamatan Perbaungan. Luas lahan budidaya mencapai 170 Ha dan sebagian besar belum dimanfaatkan. Jenis yang dibudidayakan adalah udang putih, udang vanamei, udang windu dan kepiting.

* Kecamatan Teluk Mengkudu. Potensi lahan mencapai 600 Ha dengan lahan yang telah dimanfaatkan baru seluas 120 Ha. Komoditas yang dibudidayakan adalah udang vanamei, udang windu, udang putih, kepiting dan ikan banding. Lokasi budidaya terletak di Desa Bogak Besar, Pematang Kuala, Sentang dan Sialang Buah. Selain usaha budidaya, terbuka juga peluang pembangunan hatchery.

* Kecamatan Tanjung Beringin. Luas potensi lahan budidaya mencapai 959,8 Ha yang baru dimanfaatkan seluas 40 Ha. Jenis yang dibudidayakan adalah udang windu, udang vanamei dan udang putih. Lokasi budidaya terletak di Desa Bagan Kuala, Pematang Tinggi dan Pekan Tanjung Beringin.

* Kecamatan Bandar Khalifah. Potensi lahan mencapai 1.200 Ha yang baru dimanfaatkan oleh 41 unit tambak, tersebar di Desa Kayu Besar dan Pekan Bandar Khalifah. Komoditas yang dibudidayakan adalah udang vanamei, udang putih, udang windu, kepiting dan ikan bandeng

Budidaya laut
Sebagai daerah yang berhdapan langsung dengan selat Malaka ini merupakan sedikit kelemahan dalam budidaya laut. Dalam hal kondisi geografis yang demikian, budidaya di muara sungai dapat dikembangan di daerah Tanjung Beringin dan kec. Bandar Kalipah.

Perikanan air tawar
Perikanan air tawar di daereah ini masih didominasi oleh budidaya. Pengembangan perikanan budi daya air tawar selain meningkatkan kontibusi peningkatan produksi juga untuk memenuhi kebutuhan protein ikan, memenuhi kebutuhan bahan baku pabrik, meningkatkan pendapatan dan juga membuka lapangan kerja. Pengembangan perikanan air tawar sangat terbuka luas, seperti di kecamatan Perbaungan, Sei Rampah, Dolok Masihul, Sipispis, Dolok Merawan dan lain-lain. Permintaan local untuk ikan terus meningkat sebagai kepedulian dari masyarakat bahwa ikan merupakan hidangan yang sehat. Pengembangan perikanan air tawar ke depan akan dilaksanakan di sungai, sawah sebagai mina adi dan juga kolam. Spesies ikan yang dibudidayakan terdiri dari ikan mas, nila, lele dan bawal tawar dan juga ikan ptin ang merupakan ikan introduksi baru. Di kabupaten sergai terdapat perusahan asing PT. AQUAFARM NUSANTARA yang memproduksi ikan nila merah dan nila gift untuk dieksport ke eropa dan USA. Untuk budidaya perikanan air tawar, petensi tersebar diseluruh Kecamatan dengan luas lahan budidaya mencapai 2.008 Ha, kolam 463 Ha dan kerambah 210 unit. Terdapat juga potensi perairan umum seluas 635 Ha dan waduk seluas 10 Ha. Potensi perairan waduk terdapat di Kecamatan Sei Rampah seluas 8 Ha dan Kecamatan Sipispis seluas 2 Ha, perairan umum juga potensial bagi pemeliharaan ikan dengan system kerambah dan lubuk larangan

Indutrsi perikanan
Melihat dari tingginya potensi perikanan dan kelautan sergai, industri di sector ini seharusnya berperan lebih nyata. Industri perikanan ini termasuk di dalamnya penyediaan fasilitas perikanan, pengembangan pengolahan dan pasca panen. Peluang kegiatan bisnis lain di bidang perikanan dan kelautan adalah industri es dan pendinginan.

Wisata bahari
Sergai merupakan daerah yang menjanjikan di sektor wisata bahari. Hal ini didukung oleh pantai yang menarik dan objek wisata bahari lainnya. Disamping keindahan pantai dengan pasir putihnya, di sepanjang sergai juga terdapat beberapa resort. Pulau berhala merupakan potensi lain yang dapat dikembangkan. Bagaimanapun wisata bahari dapat berkemabang jika ada investor yang menanamkan investasinya.

Pembenihan ikan dan udang
Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap pengembangan perikanan budidaya adalah ketersediaan benih ikan. Sampai sejauh ini pembenihan ikan dilakukan oleh 50 petani ikan dan beberapa usaha pembenihan dlakukan oleh perusahaan. Sejalan dengan pengembangan budidaya perikanan di daerah ini, kebutuhan akan pembenihan ikan juga akan meningkat. Oleh sebab itu, pengembangan hatchery oleh petani dan pengusaha harus mendapat dukungan. Pengembangbiakan beberapa ikan air tawar bernilai ekonomis penting telah berhasil dilakukan oleh Balai Benih Ikan. Dengan adanya usaha tersebut, Balai tersebut dapat menjadi penyalur benih kepada petani ikan atau pengusaha. Pengembangan pembenihan ikan oleh petani dan pengusaha harus mendapat dukungan, sehingga nantinya kabupaten ini menjadi pemasok utama benih ikan di Propinsi Sumatera Utara.

Pengolahan ikan
Ikan asin dan kerupuk ikan mendapat prospek yang cukup cerah untuk dikembangkan, terutama dalam skala peningkatan konsumsi ikan lokal. Industri ikan asin dan kerupuk dapat menjadi alternatif peningkatan pendapatan bagi penduduk pantai terutama bagi pemberdayaan perempuan di daerah pantai. Permintaan akan ikan segar di kabupaten ini cukup baik. Ikan-ikan tersebut juga dikirim ke Medan, dan beberapa produk dari perikanan tersebut diekspor ke Singapura, Malaysia, Eropa dan Amerika melalui medan sebagai ibukota propinsi sumatera utara.

Pemasaran ikan
Prospek pengembangan produk perikanan Sergai untuk pasar ekspor merupakan suatu peluang yang cukup besar. Keberadaan posisi sergai yang dekat dengan Medan, Kuala Lumpur dan Singapura merupakan salah satu faktor pendukung yang cukup positif yang dapat membuka jalan bagi pasar ekspor. Hal ini dapat terwujud bila ada investor besar yang mampu melihat peluang tersebut terlibat dalam industri perikanan ini. Namun demikian, investor yang lain juga mendapat sambutan. Pemerintah lokal mengundang investor lokal dan asing untuk berpartisipasi dalam pengembangan sektor perikanan dan kelautan di kabupaten.

PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN PETERNAKAN KABUPATEN SERGAI

Pendahuluan

Pembangunan pertanian ke depan menghadapi tantangan dari dua arah yaitu tantangan internal dan eksternal. Tantangan internal adalah bagaimana masyarakat pertanian mampu mengembangkan sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan dan tersentralisasi sejalan dengan semangat otonomi daerah, sedangkan tantangan eksternal adalah menyangkut isu perdagangan bebas yang menuntut produk pertanian yang mampu bersaing dalam kancah perdagangan global. Untuk menyikapi tantangan tersebut salah satunya adalah meningkatkan sumber daya manusia. Keberhasilan pembangunan pertanian tidak terlepas dari sumber daya manusia dalam melakukan usaha tani melalui pemanfaatan modal, penerapan teknologi dan pemasaran.

Potensi pertanian tanaman pangan yang dapat dikembangkan di Kabupaten Serdang Bedagai adalah padi sawah, padi ladang, jagung, kedelai, kacang hijau, kacang tanah, ubi kayu dan ubi jalar. Sedangkan untuk tanaman hortikultura meliputi aneka tanaman sayuran seperti cabai, sawi, kacang panjang dan bayam.

Potensi peternakan yang dapat dikembangkan diantaranya adalah ternak sapi perah dan sapi potong, kerbau, kambing, domba dan babi. Potensi ini didukung oleh lahan budidaya dan padang gembalaan yang cukup luas. Terdapat juga potensi pengembangan ternak unggas seperti ayam ras pedaging, ayam ras petelur, ayam buras dan itik.

Kondisi dan potensi

Kondisi

* Luas wilayah: 190.022 km2
* Jumlah penduduk: 588.263 orang
* 17 kecamatan dan 243 desa/kelurahan
* Batas wilayah:
o Utara: selat malaka
o Timur: asahan dan simalungun
o Selatan: simalungun
o Barat: sungai ular dan sungai buaya
* Ketinggian tempat: 0-500 m dpl
* Kelembaban udara: 84%
* Tipe iklim: A, D1 dan E2
* Hari hujan rata-tara: 8-26 hari/bulan
* Temperatur udara: 23,7 – 32,2 C

Pembibitan Poho Karet Di Desa Penggalangan Potensi yang Menjanjikan
Tidak banyak yang mengetahui kalau di Desa Penggalangan Kecamatan Tebing Syahbandar ada potensi yang sudah dikenal hingga keluar daerah. Tanpa banyak publikasi, potensi ini semakin berkembang dari mulut ke mulut yang mungkin membuat banyak orang terperangah ketika mengetahuinya. Terletak 5 kilometer dari pusat kecamatan, Desa Penggalangan dengan luas 1.402 km2 yang terdiri dari 9 dusun ini dihuni 1.445 Kepala Keluarga atau 6.874 jiwa. Wilayah desa ini didominasi oleh sektor pertanian dan industri sehingga tidak mengherankan jika 60 persen warganya berprofesi sebagai petani. Namun berbeda dengan petani umumnya, warga desa ini kebanyakan bertani sebagai pembibit okulasi pohon karet. Petani jenis ini banyak dijumpai di Dusun 7, 8 dan 9 karena di pekarangan rumah mereka tampak berjejer bibit pohon karet. Hampir sepanjang mata memandang, terlihat bibit-bibit ini berjejer rapi di sela-sela rumah, halaman, tanah kosong bahkan ditepi-tepi parit.

Adalah Pungut Rianto, 57 tahun warga dusun 9 yang pertama kali memperkenalkan usaha pembibitan dan pengembangan okulasi pohon karet kepada warga Desa Penggalangan. Siapa sangka bibit yang dikembangkannya telah dikenal seantero nusantara karena diminati oleh perusahaan-perusahaan perkebunan besar. Bibitnya telah mengisi sejumlah perkebunan di Aceh, Pekanbaru, Padang, Palembang, Jambi, Banten, Nias, Kalimantan bahkan Papua. Pembibitannya pun telah didatangi sejumlah ahli perkebunan dari berbagai negara untuk berkonsultasi dan melakukan riset terhadap jenis bibit okulasinya. Menurut Pungut, ia mengembangkan pembibitan ini secara otodidak sejak tahun 1984. Ia melihat pembibitan pohon karet dengan cara okulasi bisa menjadi peluang usaha yang berprospek baik. Apalagi desa tempat tinggalnya dikelilingi oleh perkebunan-perkebunan besar karet. Sehingga terpikir olehnya untuk mengembangkan bibit pohon karet yang akan dibutuhkan oleh perkebunan. Tak disangka usaha pembibitan ini berjalan lancar yang kemudian diikuti oleh para tetangganya. Walau menurutnya, bukanlah hal yang mudah untuk meyakinkan warga mengikuti jejaknya. Butuh proses panjang dan kesabaran untuk membuktikan dan meyakinkan warga akan usaha pembibitan ini.

Pelan-pelan warga mengikuti jejaknya : menjadi petani pembibitan pohon karet. Ia mengajari mereka bagaimana mengokulasi sehingga menghasilkan bibit yang bagus. Sejumlah pemuda yang selama ini menganggur direkrut dan diajari membibit, yang akhirnya membuka usaha sendiri. Jadi tidak heran jika anak-anak disini punya uang saku yang lumayan besar. "Mereka mengambil upahan dari pembibitan para petani ini, ” Kata Pungut. Keberhasilan warga desa ini dalam berbisnis bibit tampak dari jumlah sepedamotor dan rumah warga yang semakin membaik. Bahkan ditahun 2006 ada sekitar 60 sepeda motor baru yang dibeli warga. Pungut mengatakan bibit dari Desa Penggalangan ini dijamin kualitasnya dan ketahanan produknya bisa mencapai 40 tahun. Pohon karet ini bisa mulai berproduksi sejak berumur 6-7 tahun. Apalagi kualitas dan kuantitas getah yang dihasilkan juga berkelas. Saat ini sudah ada 4 jenis bibit pohon karet hasil pengembangan warga Desa Penggalangan. "Makanya tidak mungkin bibit kami terus dicari kalau kualitasnya tidak terjamin,” tandas Pungut.

Setiap bulan, ribuan bibit pohon karet senilai jutaan rupiah keluar dari desa ini yang diangkut dengan truk-truk besar. Sementara itu Sutarto alias Rondol warga dusun 9 Kopi-Kopi Desa Penggalangan kepada Buletin Sergai mengutarakan lahan pembibitan karet di dusunnya saat ini ada sekitar 300 hektar dan setiap hektarnya dapat menghasilkan 6.000-8.000 batang bibit karet. Kedua petani bibit karet di desa ini melalui buletin Sergai mengharapkan kepada Pemkab Sergai agar hasil pengembangan mereka dapat terlindungi oleh hukum karena itu meminta pada instansi terkait di daerah ini dapat mendaftarkan hak paten terhadap bibit pohon karet yang mereka kembangkan selama ini. Camat Tebing Syahbandar Ikhsan AP juga mengakui potensi pembibitan karet di Desa Penggalangan memang luar biasa. Namun sayangnya lebih banyak dinikmati oleh para agen dan tengkulak. "Seperti pepatah, petani punya susu, tengkulak punya nama,” tandasnya.

Sergai miliki potensi besar untuk produk perikanan
Bupati HT Erry Nuradi menyambut baik kehadiran perusahaan pengelolaan ikan beku. Menurutnya di samping dapat memberikan sumbangan pemasukan untuk Negara, kehadiran perusahaan juga memberikan keuntungan tersendiri dalam meningkatkan perekonomian masyarakat kabupaten baru ini. Khususnya bagi putra daerah yang diberi kepercayaan untuk bekerja di perusahaan ini. Kehadiran investor untuk berinvestasi di Sergai cukup berpeluang, karena selain didukung besarnya potensi daerah yang ada, Pemkab Sergai juga berkomitmen untuk memberikan kemudahan-kemudahan dalam memberikan perizinan bagi setiap dunia usaha untuk berinvestasi ke daerah ini, ungkap bupati.

Bupati juga mengajak pimpinan Aqua Farm dapat menggandeng mitra usahanya termasuk investor lain, baik yang berada di dalam negeri maupun luar negeri untuk berekspansi ke Sergai. Bupati HT Erry Nuradi mengatakan hal ini dalam kunjungannya ke pabrik PT Aqua Farm Nusantara di Desa Naga Kisar Kecamatan Pantai Cermin baru-baru ini. Kunjungan ini juga diikuti Wakil Bupati H. Soekirman bersama Kadis Perikanan dan Kelautan Ir. Mhd. Ramlan Matondang, M.Sc, Kadis Perindagkop Ir. Aliman Saragih, M.Sc, Kabang Humasy Drs. Rachmad Karo-Karo. Kedatangan bupati dan rombongan disambut Direktur PT. Aqua Farm Nusantara Mr. Freek Huskend dan pimpinan proyek Gitoyo serta Kepala personalia Zainal Arifin dan bersama-sama melihat proses pengelolaan ikan beku di perusahaan itu. Dalam pertemuan itu, bupati dan rombongan mendapat penjelasan dari Freek Huskend dan Gitoyo, tentang pengelolaan perikanan di Kecamatan Pantai Cermin ini, berdiri tahun 1998 dan merupakan perusahaan PMA yang bergerak di bidang usaha pengolahan ikan air tawar sejenis ikan nila yang dibekukan.

Ikan nila yang diolah menjadi beku tanpa tulang ataupun duri itu, setelah dimasukkan ke dalam kemasan dan mempunyai daya tahan cukup lama itu, dikirim ke pasaran Amerika dan Eropa serta sebagian dipasarkan di dalam negeri. Dikatakan, proses pengolahan ikan nila beku ini diawali dengan pembenihan ikan di puluhan kolam di desa Naga Kisar di sekitar lokasi pabrik, kemudian dibesarkan di perairan Danau Toba, Simalungun, setelah mempunyai berat sekitar 8 ons dibawa kembali dalam keadaan segar atau hidup ke pabrik di desa Naga Kisar untuk diolah hingga menjadi ikan beku dan siap dikirim ke pasaran baik luar negeri maupun dalam negeri. Dijelaskan kedua pimpinan perusahaan ini, kapasitas produksi yang dihasilkan perusahaan ini sekitar 7,5 ton ikan beku setiap hari atau sama dengan 30 persen dari 25 ton bahan baku nila segar, karena dari setiap ekor ikan nila segar dalam keadaan hidup hanya berkisar 30 persen yang diolah secara utuh untuk menjadi ikan beku yaitu daging di bidang kiri dan kanan ikan.

Sedangkan tenaga kerja yang diserap perusahaan ini, seluruhnya berjumlah 2.300 orang termasuk perusahaan yang sama di Jateng. Produksi pengolahan ikan nila beku yang dihasilkan perusahaan ini, lanjut Freek Huskend setiap tahun mengalami peningkatan, bahkan prospeknya ke depan cukup bagus. Menurutnya usaha sejenis juga ada di beberapa negara, tetapi hasil produksi Indonesia tetap menjadi pilihan utama bagi pasar di Amerika dan Eropa, karena perusahaan ini selalu mengutamakan kualitas dan memenuhi selera pasar internasional. Usai melihat proses produksi ikan, bupati dan wabup beserta rombongan melihat tambak atau kolam-kolam pembibitan tempat pembibitan ikan nila di sekitar lokasi pabrik.

Ikan Keramba Potensi yang mulai Dilirik
Kabupaten sergai memiliki potensi perikanan dan kelautan, baik perikanan tangkap, perikanan budidaya, perairan umum dan pengembangan wilayah pesisir meliputi 5 kecamatan Pantai Cermin, Perbaungan, Teluk Mengkudu, Tanjung Beringin dan Bandar Khalifah. Sekarang ini pemerintah telah membangun sarana dan prasarana perikanan budidaya (Balai Benih Ikan), khususnya budidaya ikan air tawar. Potensi perikanan budidaya air tawar cukup besar terdiri dari kolam air tenang seluas 6.908 ha, keramba 525 unit, kolam air deras dan budidaya ikan disawah seluas 12.350 ha, pembenihan seluas 75 ha, kolam pekarangan dan pemancingan seluas 744 ha. Sedangkan potensi perairan umum terdiri dari waduk 45 ha, sungai 795 ha, rawa dan saluran irigasi 215 ha. Potensi perikanan laut masih menjanjikan mengingat jumlah produksi masih lebih kecil dari Maximum Sustainable yield (MSY) dan masih dapat dikembangkan potensi perikanan air payau, air tawar dan lain-lain.

Keramba
Salah satu potensi perikanan yang masih dapat dikembangkan adalah budidaya ikan dalam Keramba Jaring Apung (KJA). Sutrisno, salah seorang petani ikan keramba di aliran sungai Ular, kecamatan Pantai Cermin mengatakn ia memberli keramba berukuran 2x4 m persegi seharga Rp. 1,3 jt. Keramba tersebut mampu menampung ikan mas dengan ukurang 5-6 cm. ”Saya punya 6 unit keramba, bila ditotal benih ikan yang ditebar sebanyak 9.000 ekor,” kata Sutrisno. Kadis Perikanan dan Kelautan Sergai Ir. Ramlan Matondang Msi mengatakan sungai-sungai di Sergai berpotensi sebagai lahan budidaya perikanan air tawar melalui keramba. Namun sejauh ini baru beberapa sungai saja yang dimanfaatkan dengan jenis ikan yang dikembangkan antara lain ikan mas, nila dan mujair. Setidaknya lima sungai yakni sungai Ular, sungai Buaya, sungai Padang, sungai Bahilang dan sungai Batu Nongol memiliki potensi untuk budidaya perikanan air tawar. Selain di kecamatan Pantai Cermin, ternak ikan keramba dengan memanfaatkan irigasi sei Ular juga banyak tersebar di kecamatan Perbaungan. Budidaya ini ternyata bisa membawa hasil yang lumayan. Pemanfaatan ini perlu mendapat perhatian banyak pihak sehingga bisa membudidayakan ikan ternak tanpa merusak lingkungan.

Beternak ikan dalam keramba dinilai cukup praktis dan ekonomis. Ikan yang diternak cepat berkembang selama rutin memberikan pakan sesuai takarannya. Di kecamatan Pegajahan sejumlah warga membudidayakan ternak ikan yang dilokalisir disekitar intake irigasi batu 50 desa Bingkat. Setelah beberapa kali panen, masyarakat mulai merasakan keuntungannya. Selain itu budidaya ini membuka peluang usaha bagi warga yang berada di sekitar sungai. Budidaya ikan ternak ini tidak berdampak pada terganggunya arus sungai karena selain tertata, juga berada di pinggiran sungai. Pembudidayaan hanya memanfaatkan aliran sungai semata. Perhatian yang diberikan pemkab Sergai juga sudah tampak sehingga diharapkan Sergai nantinya bisa menjadi salah satu daerah yang menghasilkan ikan air tawar di Sumut. Ir. Ramlan Matondang menilai, pemanfaatan sungai sebagai budidaya ikan akan mendongkrak pendapatan dan perekonomian warga serta lapangan usaha. Karena itu instansinya terus berupaya mendorong agar potensi ini didayagunakan masyarakat.

Mempertahankan Sergai Sebagai Lumbung Beras
Kabupaten Serdang Bedagai merupakan daerah penghasil beras di Propinsi Sumatera Utara dengan lahan sawah seluas 40.613 hektare dan pada tahun 2005 produksi padi yang dicapai sebesar 194.881 ton dan surplus/swasembada beras 113.701 ton. Kondisi ini, kiranya akan terus dipertahankan dengan peningkatan teknologi pertanian padi sawah antara lain dengan system tanam legowo 4:1, System Integrasi Padi Ternak (SIPT) dan peningkatan produksi komoditi palawija/hortikultura. Pernyataan ini dikatakan Bupati Serdang bedagai HT Erry Nuradi pada panen perdana jenis Ciherang di desa Bingkat Kecamatan Perbaungan, akhir juni lalu. Acara yang dirangkaikan dengan temu wicara antara para petani dengan Bupati ini, dihadiri Wakil Bupati H. Soekirman, Asisten II Ekbang Ir. Safaruddin, kadis Pertanian dan Peternakan Sergai Ir. Mega Hadi, Kadis PU Sergai Ir. Yusran Safri, anggota DPRD Sergai Syahrizul Herlachk dan Herry Zulmi, SH serta ratusan petani.

Bupati mengatakan, potensi Sergai untuk pengembangan sector pertanian cukup besar yang didukung agroklimat, topografi dan jumlah penduduk yang bermata pencahariannya kurang lebih 60 persen berusaha di bidang pertanian (agrabisnis). Dijelaskan, masalah pangan terutama beras merupakan masalah nasional dan sampai saat ini agrabisnis perberasan belum berjalan sebagaimana yang diharapkan. Pengalaman menunjukkan adanya kekurangan pangan dapat berpengaruh tidak hanya terhadap stabilitas ekonomi tetapi juga terhadap politik dan keamanan.

Sementara pembangunan sektor pertanian dihadapkan pada masalah-masalah kesejahteraan, ancaman masalah ketahanan pangan, sarana dan prasarana, investasi, sumber daya manusia, kelembagaan dan akses pasar serta teknologi dalam melaksanakan usaha tani. Terutama pada tanaman padi karena banyak permasalahan dan kendala yang dijumpai mulai dari teknologi pra panen (pengairan, bibit unggul, pupuk dan hama penyakit), pasca panen modal serta ketidakpastian harga jual gabah. Data dari Penyuluh Pertanian Kecamatan (PPK) Perbaungan menyebutkan, hasil ubinan padi jenis Ciherang yang dipanen pada sekali musim panen diperoleh hasil 8.064 kg/ha dan dari hasil itu para petani memperola pendapatan kotor sebesar Rp. 16.934.400 dengan harga jual gabah Rp. 2.90/kg. Sedang pendapatan bersih para petani sebasar Rp. 11.562.400, setelah dipotong biaa saprodi, tenaga kerja dan lain-lain sebesar Rp. 5.372.000/sekali musim tanam.

Menurut kepala desa Bingkat, Edi Mujoko, luas desa Bingkat 480 ha terdiri dari 160 ha lahan darat dan 320 ha lahan persawahan dengan jumlah penduduk 5.833 jiwa atau 1.355 KK yang tersebar di 9 dusun. Sedangkan keberadaan irigasi terdiri dari saluran irigasi tersier sepanjang 19.952 meter dan saluran pembuangan sepanjang 6.69 meter. Edi Mujoko menyampaikan permintaan agar badan jalan mulai dari desa Melati II sampai ke desanya sepanjang sekitar 1.5 km diaspal, karena kondisinya sudah rusak. Usai melaksanakan panen perdana, Bupati Erry Nuradi didampingi wakilnya Ir. Soekirman menuju halaman gudang KUD berlokasi di dusun X desa itu untuk melakukan temu wicara dengan warga petani daerah itu. Dalam temu wicara itu, tiga warga Sugiarto Ramli mempertanyakan masalah pemasaran hasil produksi pertanian dan penyaluran pupuk, Ny. Rukiah memohon bantuan modal untuk mengembangkan usaha home industri alen-alen yang pada awalnya dikutip dari para anggota sebesar Rp 300 ribu dan sementara Legimin meminta kepada Bupati alat perontok padi (tresser). Atas pertanyaan dan permintaan masyarakat itu khususnya masalah pemasaran produksi pertanian terutama kacang kedelai, bupati menyatakan akan memperhatikannya ke depan. Sedangkan masalah permohonan Ny. Rukiyah, bupati menerima permohonan itu dan mengarahkannya kepada Kantor Ketahanan Pangan Sergai dan dana yang diberikan sebagai modal usaha bersifat pinjam dan digulirkan kepada para anggota.

Sedangkan permintaan alat perontok padi, Bupati melalui Dinas Pertanian dan peternakan langsung memberikannya dan meminta agar alat itu dipakai secara bergulir dalam kelompok mereka serta dijaga dengan baik. Sementara itu wakil bupati H. Soekirman berjanji, sebelum matahari terbit pada tahun 2009 masalah irigasi di Kabupaten Sergai seluruhnya akan selesai. ”Kita berharap semua saluran irigasi pertanian yang ada di Sergai bisa selesai sebelum tahun 2009”, katanya. Pembangunannya sudah dimulai dan diharap dapat rampung pada tahun 2009.

Pertambakan Ikan Desa Penggalian, Potensi yang belum Maksimal
Selain perikanan laut dan sungai Kabupaten Sergai ternyata memiliki potensi perikanan darat. Salah satunya di Desa Penggalian Kecamatan Tebing Syahbandar. Setidaknya ada sekitar 28 hektar lahan pertambakan ikan di daerah ini yang membudidayakan ikan Mas, Nila dan Lele. Menurut Akhmadsyah, Ketua Kelompok Tani Nila Mas Deli Cemerlang saat ini ada 17 petani ikan yang menjadi anggota kelompoknya. ”Kelompok tani ini baru berdiri,” kata Akhmadsyah yang didampingi Syatman MW dan Chairul Pulungan. Desa Penggalian khususnya Dusun 6 memang sejak lama sudah dikenal sebagai kawasan tambak ikan. ”Awalnya tahun 1993, ketika beberapa petani mengalihkan sawahnya menjadi tambak karena lebih menguntungkan, ” ujar Akhmadsyah. Pelan-pelan petani lainnya juga mengikuti jejak tersebut hingga akhirnya hampir seluruh lahan berubah menjadi pertambakan. ”Sebenarnya potensi untuk tambak disini 40 hektar, tapi baru bisa diolah 28 hektar,” tambah Chairul. Hal ini disebabkan karena irigasinya masih sederhana sehingga belum bisa mengairi semuanya. Secara swadaya mereka membangun bendungan yang kemudian diabntu oleh Pemkab Deli Serdang (sebelum pemekaran). Saat ini yang dibutuhkan para petani adalah pembuatan irigasi permanen dan saluran pembuangannya. Sebab hampir setiap tahun mereka mengalami kebanjiran. Para petani ini umumnya memiliki 2 kotak lahan pertambakan. Satu kotak luasnya 2 rante (1 rante+ 20 m x 20 m). Dalam satu kotak idealnya ditabur bibit ikan sebanyak 800 ekor. Pekan ikan yang dibutuhkan setiap hari sebanyak 10 kg.

”Tapi karena pakan terus semakin mahal, biasanya kami selang seling dengan pakan lain seperti mi hancur, ubi cincang atau tepung jagung,” kata Chairul. Padahal menurutnya membuat pakan ikan mudah apalagi semua bahan bakunya tersedia di Sergai dan Tebing tinggi. Namun sayangnya mereka belum memiliki kemampuan untuk membuatnya. ”Kami berharap ada bimbingan dari instansi terkait tentang bagaimana membuat pakan ikan,” tambah Suyatman. Harga pakan ikan buatan pabrik sekarang telah mencapai Rp. 200 ribu/sak (50 kg). Untuk pemasaran menurut para petani ini tidak menjadi masalah karena selalu ditampung oleh para agen dengan harga Rp. 15 ribu/kg bagi ikan mas. ”Pasarnya masih sangat terbuka. Permintaan terus meningkat hingga kami tidak sanggup melayani,” tandasnya. Untuk panen sangat tergantung dengan bibit yang ditebar semakin besar bibitnya semakin cepat panen. Tapi rata-rata panen umumnya berkisar 3-5 bulan. Keuntungan yang diperoleh belumlah terbilang banyak mengingat harga pakan yang melambung. ”Tapi lumayanlah untung-untung sedikit,” kata Suyatman. Para petani ini melihat prospek pertambakan ikan ini sangat besar dan bisa ditingkatkan jika saja tali air yang ada dipermanenkan. Apalagi kini beberapa petani tambak sudah membuat kolam khusus untuk pembibitan. ”Langkat dan Binjai pasarnya masih terbuka lebar”.

Potensi Pariwisata
Potensi utama dari Kabupaten Serdang Bedagai dalam bidang Pariwisata adalah letak geografisnya. Kabupaten Serdang Bedagai menawarkan pesona wisata bahari, wisata alam dan wisata budaya yang menakjubkan. Serdang Bedagai yang memiliki panjang pantai kurang lebih 95 Km ini, merupakan potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi objek wisata bahari. Dalam waktu dekat Wisata Agro akan juga di kembangkan hal ini dikarenakan Kabupaten Serdang Bedagai memiliki banyak perkebunan dan areal pertanian yang dapat dimanfaatkan menjadi wisata agro yang juga dapat dimanfaatkan menjadi wisata belajar (Ekowisata). Selain itu Pulau Berhala juga akan dipersiapkan menjadi marine tourism (wisata bahari). Hal ini ditandai dengan akan disetujuinya pengembangan objek wisata bahari di lokasi itu oleh investor. Hal ini diharapkan dapat menambah pemasukan PAD dari sektor Pariwisata.

Sebagian dari lokasi objek wisata pantai didaerah ini dikelola secara sederhana, tetapi salah satu diantaranya telah dikembangkan secara profesional bekerjasama dengan investor Malaysia, yakni Kawasan Wisata Theme Park Pantai Cermin sebagai ikon Pariwisata di Sumatera Utara akan terus dikembangkan terlebih letaknya cukup strategis dan tidak terlalu jauh dari pusat kota Medan sebagai ibukota Propinsi Sumatera Utara. Untuk wisata alam, wilayahnya dilalui banyak sungai besar, sedang dan kecil yang berasal dari pegununan Bukit Barisan. Air gunung yang sejuk dan segar mengalir berliku-liku mengukir panorama alam yang indah dan mempesona menuju Selat Malaka. Kondisi ini menjadikan Serdang Bedagai memiliki beberapa obyek wisata pemandian alam yang telah dikelola sebagai tempat wisata. Sedangkan untuk wisata budaya, penduduknya yang terdiri dari berbagai jenis etnis yakni Melayu sebagai etnis asli serta Simalungun, Batak Toba, Jawa, Karo, Mandailing dan lain-lain sebagai etnis pandatang, memiliki beragam adat istiadat dan budaya yang layak dilestarikan. Kabupaten Serdang Bedagai memiliki satu pulau diantara 12 pulau terluar dari Indonesia yaitu Pulau Berhala yang letaknya 70 mil dari Belawan dan 21 mil dari Tanjung Beringin yang memiliki panorama pantai yang unik dan indah, keindahan terumbu karang, hutan tropis jenis flora dan fauna dan akan dikembangkan tempat wisata yagn berwawasan ramah lingkungan.

Potensi utama dari Kabupaten Serdang bedagai dalam bidang Pariwisata adalah letak geografisnya. Serdang Bedagai yang memiliki panjang pantai kurang lebih 95 Km ini, merupakan potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi objek wisata bahari. Hingga saat ini tercatat ada 7 (tujuh) lokasi objek wisata bahari yang terdapat di Kabupaten Serdang Bedagai yang telah memberikan pemasukan PAD Kabupaten Serdang Bedagai. Objek wisata itu adalah :

* Pantai Mutiara 88, 43 km dari ibukota Propinsi dan 23 km dari ibukota Kabupaten. Pantai Mutiara 88 berada di Desa Kota Pari Kecamatan Pantai Cermin sekitar 43 Km dari kota Medan. Objek wisata ini memiliki daya tarik tersendiri karena letaknya di areal hutan bakau (manggrove) di tepi pantai. Pengunjung objek wisata ini dapat melihat tempat berkembang biaknya ikan laut dan kepiting di dalam air diantara akar-akar phon bakau.

* Pantai Gudang Garam, 43 km dari ibukota Propinsi dan 23 km dari ibukota Kabupaten. Pantai Gudang Garam juga terdapat di Desa Kota Pari Kecamatan Pantai Cermin. Di Pantai Gudang Garam tersedia fasilitas penginapan (hotel) dilengkapi AC, Restoran Seafood, Karaoke/Musik dan Pondok – Pondok Santai serta beberapa kolam pancing yang cukup luas.

* Pantai Pondok Permai, 43 km dari ibukota Propinsi dan 23 km dari ibukota Kabupaten. Terletak di pinggiran pantai Desa Kota Pari Kecamatan Pantai Cermin, objek wisata Pondok Permai sudah sangat dikenal oleh masyarakat kota-kota besar di Sumatera Utara bahkan di Indonesia. Restorannya yang berada sangat dekat dengan bibir pantai mengundang minat pengunjung untuk sering dating ke objek wisata Pondok Permai ini. Di areal ± 10 Ha pada lokasi ini tersedia kolam pancing, sepeda air, pondok-pondok santai dan kuda tunggangan. Makanan khas ikan laut, kepiting, udang dan kerang (seafood) selalu tersedia disini, fasilitas lain tersedia hiburan / musik karaoke. Di lokasi objek wisata ini sangat cocok untuk bermain layang – layang dan volly pantai. Di objek wisata yang satu ini pengunjung paling banyak pada hari-hari weekend, terutama pada sore hari. Mungkin sudah menjadi sebuah life style di kalangan pengusaha di Medan yang datang ke objek wisata ini bukan untuk bertamasya tapi sekedar jalan-jalan sore. Sebahagian dari mereka mengunjungi pantai ini hanya untuk bersantai sambil menikmati hidangan dan berkaraoke ria dengan koleksi lagu-lagu lawas sampai lagu-lagu yang sedang hit saat ini.

* Pantai Cermin Theme Park, 45 km dari ibukota Propinsi dan 25 km dari ibukota Kabupaten. Pantai Cermin Theme Park berada di Kecamatan Pantai Cermin (pantai Cermin dahulu). Objek wisata ini merupakan tujuan wisata yang telah dikemas dengan baik dan professional yang memiliki banyak fasilitas rekreasi seperti slide & polls, olah raga air (jetski, kayak dan banana boat), mini zoo (kebun binatang mini), bird park (taman burung), water castle (istana air), pet shop (toko hewan) dan restoran. Semua daerah / lokasi objek wisata diatas tersebar sepanjang garis pantai di Kabupaten Serdang Bedagai.

* Pantai Kuala Putri, 48 km dari ibukota Propinsi dan 28 km dari ibukota Kabupaten. Pantai Kuala Putri terletak di Desa Kuala Lama Kecamatan Pantai Cermin, sekitar 48 Km dari Medan. Di objek wisata ini pengunjung dapat berbaur dan melihat kehidupan masyarakat nelayan. Disini terdapat restoran, seafood, pondok-pondok santai dan panggung hiburan serta kolam pancing.

* Pantai Klang, 48 km dari ibukota Propinsi dan 28 km dari ibukota Kabupaten. Pantai Klang berada di Desa Nagalawan Kecamatan Perbaungan, yang berjarak ± 48 Km dari kota Medan. Udara sejuk dan segar sangat terasa ketika memasuki lokasi objek wisata Pantai Klang. Di bawah pepohonan rindang pengunjung dapat bersantai sambil menikmati aneka makanan laut (seafood) lezat yang banyak dijual di sekitar pantai. Hamparan pasir putih di objek wisata ini sangat cocok dimanfaatkan sebagai arena bermain bola volley pantai maupun olahraga lainnya. Disini terdapat panggung terbuka dan pondok-pondok santai yang sering dipakai pengunjung sebagai tempat arisan dan tempat bersantai keluarga. Sekitar 75 meter dari bibir pantai, pengunjung dapat menjumpai sumur tua yang bernama “Sumur Pandan”. Walaupun terletak tidak jauh dari bibir pantai tetapi airnya tetap tawar. Sebagian besar pengunjung percaya bahwa air sumur ini berkhasiat sebagai obat awet muda dan enteng jodoh.

* Pantai Sialang Buah, Pantai Sialang Buah terletak di Desa Sialang Buah Kecamatan Teluk Mengkudu, berjarak ± 60 Km dari kota Medan atau ± 48 Km dari Sei Rampah (Ibukota Kab. Serdang Bedagai) melewati rute Medan – Tebing Tinggi. Selain sebagai tempat rekreasi keluarga, Pantai Sialang Buah juga dikenal dengan Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Oleh karena itu, banyak pengunjung yang dating kesini bukan hanya sekedar meinkmati pemandangan alamnya yang menawan, tapi juga membeli ikan-ikan laut segar. Di pinggir pantai terdapat pondok-pondok santai dan warung makanan. Juga tersedia tempat penyewaan ban (pelampung) bagi pengunjung yang ingin berenag di pantai. Semilir angin yang sejuk membuat pengunjung betah bersantai disini. Objek wisata ini ramai dikunjungi oleh wisatawan local maupun domestik pada hari libur. Pengunjung dapat membeli kerang yang banyak dijual dipinggir pantai, sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang.

Selain objek wisata diatas yang telah dikembangkan dan memberikan PAD bagi Kabupaten Serdang Bedagai, masih terdapat beberapa lokasi di sepanjang garis pantai itu yang masih berpotensi untuk dikembangkan seperti :

* Pantai Citra Wangi, 47 km dari Medan (jalur P.Cermin menelusuri pantai)
* Pantai Sri Mersing, 48 km dari Medan (jalur P.Cermin menelusuri pantai)
* Pantai Matik-matik, 53 km dari Medan (jalur P.Cermin menelusuri pantai)
* Pantai Nipah Indah, 55 km dari Medan (jalur P.Cermin menelusuri pantai)
* Pantai Sentang, 61 km dari ibukota Propinsi dan 48 km dari ibukota Kabupaten. Desa Sentang, Kecamatan Teluk Mengkudu.
* Pantai Merdeka Indah, 65 km dari ibukota Propinsi dan 48 km dari ibukota Kabupaten. Desa Bagan Kuala, Kecamatan Tanjung Beringin.
* Pantai Budi, 65 km dari ibukota Propinsi dan 48 km dari ibukota Kabupaten. Desa Bogak Besar, Kecamatan Teluk Mengkudu.

Ke enam objek wisata ini berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi objek wisata bahari. Selain berdekatan jalan penghubung antara objek di atas memiliki aksesibilitas yang baik dengan jalur transportasi jalan kelas III B yang dikenal dengan jalur menelusuri pantai.

Selain keenam objek wisata tersebut di atas yang akan di kembangkan Kabupaten Serdang Bedagai juga memiliki sebuah pulau yang bernama Pulau Berhala. Pulau Berhala juga akan dipersiapkan menjadi marine tourisme ( wisata bahari ). Pulau Berhala memiliki trumbu karang yang masih bagus dan terdapat banyak jenis ikan yang hidup di perairan dangkal. Daratan yang memiliki luas 5 hektare ini berada di selat malaka yang dekat dengan perbatasan Negara Malaysia. Sehingga jika dikembangkan objek wisata ini akan menarik wisatawan dari Malaysia maupun Singapura.

Selain itu di Kabupaten Serdang Bedagai ini juga terdapat beberapa lokasi perkebunan, pertanian dan peternakan. Perkebunan yang masih dikelola oleh beberapa pemodal baik asing maupun BUMN sangat cocok untuk dikembangkan lebih lanjut. Oleh sebab itu sangat besar untuk dikembangkan menjadi objek wisata agro ataupun eko wisata.

Selain pemanfaatan garis pantai dan agro bisnis di Kabupaten Serdang Bedagai terdapat juga beberapa objek wisata yang memanfaatkan aliran sungai seperti Pemandian Alam Ancol, Pemandian Alam Batu Nongol dan Sampuran Widuri yang sedang dikembangkan. Adapun objek wisata tersebut adalah sebagai berikut:

* Pemandian Alam Ancol, Objek wisata Ancol berada pada suatu alur sungai yakni sungai Hulistik atau Sungai Bah Bolon yang mengalir dari pegunungan di Kabupaten Simalungun melintasi wilayah Kabupaten Serdang Bedagai. Objek wisata ini dapat dicapai dengan kenderaan/ transportasi darat berjarak tempuh ± 100 Km dari Kota Medan atau ± 40 Km dari Sei Rampah ( Ibukota Kabupaten Serdang Bedagai ) melewati rute Medan – Pematang Siantar. Jalan menuju lokasi objek wisata Pemandian Alam Ancol cukup baik. Lokasi objek wisata Ancol dapat ditempuh melalui Kota Tebing Tinggi ke arah Perkebunan Gunung Pamela atau dari Simpang Bajalingge Kebun Gunung Para. Transportasi yang dapat digunakan adalah mobil pribadi, sepeda motor atau angkutan penumpang umum. Air sungai di Pemandian Alam Ancol sangat sejuk dan menyegarkan sehingga pengunjung ingin lebih lama berenang dan berendam di sungai. Selain itu pengunjung juga dapat mengarungi sungai sepanjang 1 Km dengan menggunakan ban pelampung, layaknya arung jeram petualangan ini sangat mengasyikan. Setelah letih mandi dan berenang pengunjung dapat langsung menikmati makanan di pinggir sungai tentu saja dengan menjaga kebersihan.

* Pemandian Alam Batu Nongol, 100 km dari ibukota Propinsi dan 48 km dari ibukota Kabupaten. Pemandian ini juga terdapat di Desa Buluh Duri Kec. Sipispis tepat di bawah aliran sungai Pemandian Ancol. Dan aksesibilitas ke objek wisata ini sama dengan akses ke Objek Wisata Pemandian Alam Ancol. Berbeda dengan Pemandian Alam Ancol yang masih alami, objek wisata ini sudah memiliki bangunan – bangunan permanen yang sengaja dibangun untuk mendukung pariwisata objek ini. Pondok – pondok santai, gelanggang permainan dan restoran tersedia bagi pengunjung. Jalan setapak di pinggir areal perkebunan di sepanjang tepi sungai membuat pengunjung betah berekreasi sambil menikmati udara segar dan menyaksikan aneka jenis burung yang bebas berkeliaran di sekitar pepohonan. Di objek wisata Batu Nongol ini menyajikan makanan menarik “Ikan Cen-cen” sejenis ikan air tawar yang hidup di sungai berarus deras dan berbatu-batu. Ikan Cen-cen ini sangat enak dan gurih rasanya. Selain bermain air, pengunjung juga dapat menikmati pemandanagan aliran sungai Batu Nongol diatas Biang Lala.

* Air Terjun Sampuran Widuri, Selain Ancol dan Batu Nongol saat ini sedang dikembangkan Air Terjun Sampuran Widuri. Objek wisata ini berada di Kecamatan Dolok Merawan sekitar 100 Km dari Medan dan 48 Km dari Sei Rampah. Objek wisata ini memiliki tiga air terjun yang tinggi salah satunya mencapai 24 meter. Dari segi potensi masih banyak aliran sungai yang masih bisa digunakan untuk dijadikan objek wisata pemandian seperti aliran Sungai Buaya, Sungai Bahbolon dan aliran sungai lainnya yang memiliki aliran sungai yang cukup deras. Selain dari objek wisata potensi yang juga besar ada pada retribusi izin usaha rumah makan, bar dan restoran yang dikelola oleh bidang pariwisata. Pertumbuhan usaha ini sejalan dengan pertumbuhan makro ekonomi Kabupaten Serdang Bedagai yang ditandai pembangunan sarana transportasi seperti jalan dan jembatan.

Sumber : http://serdangbedagaikab.go.id